March 13, 2014

Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga

Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga - Sering aku merasa jengkel dengan ibu, mau jalan kesana tidak boleh, mau jalan ke sini peraturannya lebih banyak dari UUD 1945. Padahal apapun yang disuruh ibu sudah aku kerjakan dengan baik, semua tugas-tugas sekolah juga sudah beres kukerjakan. Tapi aku masih tidak mengerti kenapa ibu suka melarang jika aku ingin pergi dengan teman-teman sebayaku.
kasih ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia.......
Tak jarang aku mengecewakannya, lebih sering aku membantah perkataannya dibanding mendengar dan menjalankannya, bagiku ibu tak lebih dari seorang yang suka mengekang keinginan dan kebebasanku. Aku hanya ingat ibu atau ayah pada saat uang di kantong saku celanaku mulai menipis alias kanker, kantong kering.


Hingga SMP aku masih tinggal bersama ibu, hingga saat itu jugalah aku tak pernah bosan untuk membuatnya kecewa. Memang terkadang ibu atau ayah akan benar-benar marah jika kelakuanku memang sudah terlalu kelewatan, tapi itu tidak membuatku jera untuk melakukan kesalahan yang sama. Tapi mereka tidak pernah menyerah untuk mendidik aku menjadi yang lebih baik.

Aku melanjutkan pendidikan SMA di luar kota, hatiku senang luar biasa karena dengan berpisah dari orang tua itu artinya tidak akan pernah ada lagi orang yang akan mengekang kebebasanku. Apa yang aku impikan memang menjadi kenyataan, aku mau pergi kemana tidak perlu lagi permisi kepada siapa-siapa, mau melakukan apa saja tidak ada lagi yang melarang. Meskipun yang kulakukan diluar sana tidak melanggar hukum, tapi aku senang bisa bebas kesana kemari tanpa harus memikirkan apa alasan kenapa harus pulang malam seperti waktu tinggal dengan ayah dan ibu dulu.


Jauh dari orang tua membuatku harus belajar untuk mandiri, mulai mengelola belanja sendiri, mengatur waktu sendiri, cuci dan setrika pakaian sendiri dan harus pintar dalam menjaga kesehatan, karena tidak akan ada orang tua yang akan selalu ada di saat aku sakit seperti saat aku masih bersama ayah dan ibu. Namun aku selalu ingat pesan ibu untuk selalu sedia larutan penyegar cap kaki tiga, yang bermanfaat untuk tenggorokan kering, bibir pecah-pecah, sariawan dan melancarkan buang air besar (BAB).

Sesekali mereka menelpon, melepas rindu, menanyakan kabar dan diakhiri dengan nasihat layak orang tua kepada anaknya. Tak lupa ibu sering mengingatkan untuk menyediakan Larutan Cap Kaki Tiga yang setia dan bermanfaat, yang memang sudah dikonsumsi oleh keluarga kami sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tahun demi tahun berlalu, aku menyelesaikan pendidikan dan sudah bekerja. Hingga kini aku berumah tangga dan dikaruniai seorang putri yang cantik. Perlahan aku mulai mengerti bagaimana pengorbanan ibu di saat aku masih bayi, jika melihat istriku yang tidak pernah lelah merawat dan memberikan yang terbaik untuk anak kami.

Ada penyesalan timbul di benakku melihat istriku yang cukup repot dan dan tak kenal lelah menghadapi si kecil, meskipun istriku sangat repot dibuat si kecil tapi tidak mengurangi rasa sayang kami kepada anak kami, terlebih lagi istriku. Cinta dan kasih sayangnya mengingatkanku kepada rasa cinta seorang ibu yang sering aku kecewakan, yang sering aku sakiti, tanpa tahu betapa besar pengorbanan yang telah diberikannya malah hingga saat ini.

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat 

Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat

Mungkin ekspresi cinta ini dapat aku gambarkan seperti Larutan Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat. 75 tahun tanpa celah dan tanpa lelah telah memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Peraih Top Brand 2012 dan 2013 kategori larutan pereda panas dalam, ini merupakan bukti dari sebuah dedikasi tinggi dari Cap Kaki Tiga yang dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia bahkan se-Asia Tenggara.

Dari generasi ke generasi selalu setia menemani keluarga Indonesia, dan baik digunakan untuk siapa saja.

Inspirasi Kesetiaan
Manfaat Cap Kaki Tiga

Cap Kaki Tiga juga tidak berhenti berkreasi, sebagai pemegang rekor MURI untuk kategori Lomba Senam Semangat Anak Indonesia yang diikuti 15000 peserta merupakan salah satu wujud setia Cap Kaki Tiga untuk Indonesia. Ditambah lagi dengan aksi sosial pada saat meletusnya Gunung Kelud baru-baru ini, dan masih banyak aksi sosial lain yang tidak mungkin di posting seluruhnya di postingan ini.


Apalagi kondisi saat ini, cuaca panas yang mengakibatkan kita mudah terserang panas dalam, sariawan dan tenggorokan kering. Rasanya larutan cap kaki tiga merupakan salah satu minuman wajib untuk dikonsumsi. Terutama kita anak Indonesia yang terkenal dengan iklimnya yang tropis.

Cap kaki tiga memang diciptakan untuk semua, dapat dikonsumsi oleh siapa saja, dari yang muda sampai yang tua. Dapat dipercaya dari zaman Titiek Puspa hingga era Geisha :). Gaya sehat modern?? ya gaya larutan cap kaki tiga.

No comments :

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda, jangan lupa untuk membagikan artikel ini. Silakan berkomentar dan no spam!! Komentar yang berisi spam tidak akan diterbitkan.

Google+