July 3, 2012

Anemia

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.


Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. 

Anemia terutama disebabkan oleh kehilangan darah, kekurangan produksi sel darah merah atau perusakan sel darah merah yang lebih cepat dari normal. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh :

1. Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, asam folat dan vitamin C, unsur-unsur yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. 
  • Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia. Sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil dan 3% pria mengalami kekurangan zat besi.
  • Tidak mengkonsumsi daging (vegetarian) dapat menyebabkan Anda kekurangan vitamin B12, jenis vitamin yang hanya ditemui pada makanan hewani (daging, ikan, telur, susu). Di kalangan non vegetarian, hampir tidak ada yang kekurangan vitamin ini karena cadangannya cukup untuk produksi sel darah sampai lima tahun.
  • Asam folat tersedia pada banyak makanan, namun terutama terdapat di hati dan sayuran hijau mentah.


2. Darah menstruasi berlebihan. 
Wanita yang sedang menstruasi rawan terkena anemia karena kekurangan zat besi bila darah menstruasinya banyak dan dia tidak memiliki cukup persediaan zat besi.


3. Kehamilan. 
Wanita yang hamil rawan terkena anemia karena janin menyerap zat besi dan vitamin untuk pertumbuhannya.


4. Penyakit tertentu. 
Penyakit yang menyebabkan perdarahan terus-menerus di saluran pencernaan seperti gastritis, radang usus buntu,dll dapat menyebabkan anemia.


5. Obat-obatan tertentu. 
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat anti inflamasi,dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi dan vitamin (antacid, pil KB, obat anti artritis, dll).


6. Operasi pengambilan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi). Ini bisa menyebabkan anemia karena tubuh kurang menyerap zat besi dan vitamin B12.


7. Penyakit radang kronis.
Seperti lupus, artritis rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi proses pembentukan sel darah merah.


Berikut ini penjelasan soal empat jenis anemia, seperti dijelaskan Dr Mirriam Stoppard dalam bukunya "Panduan Kesehatan Keluarga" :

1. Anemia defisiensi zat besi.
Anemia defisiensi zat besi adalah jenis anemia paling sering dijumpai. Anemia jenis ini sering disebabkan hilangnya sejumlah zat besi melalui perdarahan terus-menerus. 

Zat besi merupakan komponen esensial dari hemoglobin. Jika zat besi tidak cukup tersedia, produksi hemoglobin dan penggabungan ke dalam sel darah merah di sumsum tulang akan berkurang.

Hasilnya, hanya ada sedikit hemoglobin yang bisa berikatan dengan oksigen dalam paru-paru dan membawanya ke jaringan tubuh. Akibatnya, jaringan tidak cukup menerima oksigen.


2. Anemia megaloblastik.
Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang timbul akibat kekurangan vitamin B12 atau asam folat. Dua vitamin penting ini memiliki peran esensial dalam produksi sel darah merah yang sehat. Defisiensi salah satu vitamin tersebut dapat menimbulkan anemia megaloblastik yang terjadi karena sel darah merah abnormal berukuran besar (megaloblas) terbentuk dalam sumsum tulang dan produksi sel darah merah normal menurun.


3. Anemia sel bulan sabit.
Anemia sel bulan sabit (sickle cell anaemia) adalah kelainan bawaan yang timbul akibat bentuk abnormal hemoglobin dalam darah.

Hemoglobin adalah protein yang terkandung dalam sel darah merah. Protein ini mengambil oksigen dari darah dan membawanya ke berbgai bagian tubuh.

Anemia sel bulan sabit timbul jika hemoglobin abnormal menyebabkan sel darah merah berubah bentuk menyerupai bulan sabit akibat rendahnya kadar oksigen. Ini akan menimbulkan krisis sel bulan sabit, yaitu nyeri sendi dan perut berat.

Kelainan bawaan dari penyakit anemia sel bulan sabit ini bersifat resesif, yaitu kedua orangtua membawa sebuah gen abnormal tapi mereka sendiri dalam kondisi sehat. 


4. Talasemia.
Talasemia adalah bentuk anemia bawaan. Kebanyakan kasus talasemia terjadi pada orang-orang dari daerah Mediterania tapi juga dapat menyerang orang-orang dari India dan Asia Tenggara. talasemia diturunkan kepada anak jika kedua orangtua membawa gen cacat.

Pada talasemia, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin normal, yaitu zat dalam darah yang membuat sel darah berwarna merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kelainan ini akan muncul saat seorang bayi yang berusia sekitar tiga bulan menunjukkan gejala anemia berat. 



Berikut adalah beberapa tips yang bisa menjadi panduan untuk mengetahui apakah Anda menderita anemia atau tidak :


1. Periksa warna kulit. 
Apakah warna kulit terlihat sangat pucat? Meskipun memiliki kulit yang berwarna gelap, bibir dan penampakan kulit Anda mungkin terlihat pucat.


2. Gejala umum anemia yang lain adalah sering merasa lelah dan mudah tersinggung. Apakah Anda mengalaminya?


3. Tanyakan pada diri sendiri apakah sering mengalami sakit kepala atau kehilangan nafsu makan. Ini merupakan tanda-tanda awal anemia.


4. Sembelit merupakan salah satu gejala awal anemia, dan bisa terjadi meskipun Anda tidak melakukan perubahan pola diet.


5. Sulit berkonsentrasi merupakan salah satu gejala anemia yang cukup menganggu. Kesulitan dalam berkonsentrasi dapat memengaruhi kinerja dan pekerjaan.


6. Tanyakan pada diri sendiri apakah memiliki keinginan makan yang tidak biasa. Kondisi ini disebut pica, dan bisa jadi seseorang akan menemukan dirinya memiliki keinginan makan yang sangat aneh, misalnya makan tanah dan kertas.


7. Perhatikan suasana hati atau mood. Anemia bisa menimbulkan perasaan depresi.


8. Apakah Anda mengalami sesak napas? Sel darah merah merupakan bagian penting dalam proses pernapasan. Anda bisa mengalami sesak napas jika menderita anemia sedang atau berat.


9. Adanya rasa dingin pada ekstremitas. Telapak tangan dan telapak kaki bisa mengalami kedinginan yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk akibat anemia.


10. Merasa lemah dan/atau pusing. Pada kasus yang berat, Anda mungkin merasa sangat lemah untuk bangun dari tempat tidur dan mengalami pusing ketika bangun.

Itulah beberapa gejala anemia yang sering muncul. Jika mengalami beberapa gejala di atas segera kunjungi dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.


Akibat Gejala Anemia

Akibat gejala anemia pada :

1. Anak-anak :
  • Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.
  • Menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak.
  • Meningkatkan risiko menderita penyakit infeksi karena daya tahan tubuh menurun.

2. Wanita :
  • Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit.
  • enurunkan produktivitas kerja.
  • Menurunkan kebugaran.

3. Remaja putri :
  • Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.
  • Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.
  • Menurunkan kemampuan fisik olahragawati.
  • Mengakibatkan muka pucat.

4. Ibu hamil :
  • Menimbulkan perdarahan sebelum atau saat persalinan.
  • Meningkatkan risiko melahirkan Bayi dengan Berat Lahir Rendah atau BBLR (<2,5 kg).
  • Pada anemia berat, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan/atau bayinya.
Anemia lebih banyak menyerang perempuan ketimbang laki-laki. Penelitian menunjukkan, jumlah penderita anemia pada anak-anak usia SD lebih banyak yang perempuan, apalagi begitu mereka mulai menstruasi. 



Penanganan Anemia
  • Bila Anda merasakan gejala anemia di atas dan orang-orang di sekeliling Anda melihat Anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kebiasaan makan Anda dan obat yang sedang Anda minum. Anda lalu akan mendapatkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan apakah terdapat anemia dan apa penyebabnya.

  • Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi, dokter akan mencari tahu dan mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat besi dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan. (Bila anemia disebabkan oleh masalah penyerapan pasca- operasi gastrektomi, pemberian suplemen akan diberikan secara intramuskular atau intravenal).

  • Pemulihan biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penanganan. Setelah anemia tertangani, Anda masih akan terus menerima asupan suplemen zat besi hingga beberapa bulan untuk menjaga kondisi. Tinja Anda akan berwarna hitam selama perawatan.

  • Bila anemia disebabkan penyakit tertentu, satu-satunya solusi adalah menyembuhkan penyakitnya.

  • Anemia kronis yang ditandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat, nafas tersengal dan pingsan mungkin harus segera ditangani dengan transfusi darah.


Tips Agar Terhindar Dari Anemia

  1. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi disarankan bagi setiap orang, terlebih bagi wanita yang menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber dari daging, ayam dan ikan.

    Beberapa makanan seperti sayuran, buah-buahan, sereal (yang diperkuat zat besi), telur dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, Anda dapat memakannya bersamaan dengan daging, ayam atau ikan atau dengan buah-buahan yang kaya vitamin C.

  2. Anda tidak memerlukan suplemen zat besi kecuali direkomendasikan dokter. Suplemen zat besi berdosis tinggi dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam. Selain itu, penggunaan suplemen zat besi yang tidak perlu dapat menyembunyikan masalah lain, misalnya perdarahan pada saluran pencernaan.

  3. Wanita hamildisarankan mengkonsumsi suplemen makanan sesuai saran dokter, termasuk yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia.

  4. Mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya, dan anggur dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

  5. Menjalani diet vegetarian harus dilakukan dengan bijak karena dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini sangat penting bagi pembentukan sel-sel tubuh, termasuk sel darah merah. Bila Anda tidak mengkonsumsi makanan hewani, Anda perlu mengambil suplemen vitamin B12.

  6. Berhati-hatilah dalam penggunaan aspirin, ibuprofen dan obat anti inflamasi karena dapat menyebabkan iritasi lambung. Bila Anda harus mengkonsumsinya, konsultasikan dengan dokter jika Anda punya riwayat perdarahan lambung. Dokter mungkin akan mengganti dengan obat lain yang sesuai.

Anemia dapat dicegah, namun tergantung pada penyebabnya. Untuk anemia yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan, seperti anemia sel sabit, cara pencegahan belum ditemukan.


Sumber :
http://health.okezone.com/read/2012/04/20/486/615219/kenali-empat-jenis-anemia 
http://majalahkesehatan.com/penyebab-dan-penanganan-anemia/ 
http://oketips.com/7541/tips-kesehatan-mengenal-10-tanda-gejala-anemia/

No comments :

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan Anda, jangan lupa untuk membagikan artikel ini. Silakan berkomentar dan no spam!! Komentar yang berisi spam tidak akan diterbitkan.

Google+